
JAKARTA, Lingkar.news – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah terakhir korban kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI AD di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat, 6 November 2026.
Jenazah tersebut atas nama Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Dengan evakuasi ini, seluruh korban meninggal dalam kecelakaan helikopter yang terjadi pada Rabu, 4 November 2026, telah berhasil dievakuasi.
Berdasarkan siaran pers TNI AD yang diterima di Jakarta, proses pencarian dan evakuasi melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Evakuasi jenazah Heri dilakukan setelah tim menemukan bangkai helikopter di dasar perairan.
“Tim gabungan lalu membalikkan badan helikopter yang berada di dasar perairan dengan cara ditarik pakai kapal tugboat sehingga tim penyelam dapat menjangkau dan mengevakuasi korban dari dalam badan heli,” demikian keterangan dalam siaran pers TNI AD.
Proses evakuasi berlangsung dengan sejumlah kendala, mulai dari arus perairan yang kuat, kondisi air keruh dan berlumpur, minimnya pencahayaan, hingga tumpahan minyak di sekitar lokasi kecelakaan.
Meski menghadapi kondisi tersebut, koordinasi seluruh unsur SAR gabungan membuat proses evakuasi dapat diselesaikan.
Setelah berhasil diangkat dari badan helikopter, jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung. Selanjutnya, jenazah diantar ke RSUD Kuala Pembuang.
Kecelakaan helikopter MI-17V5 tersebut bermula ketika pesawat lepas landas dari Kuala Pembuang pada Rabu, 4 November 2026, pukul 09.55 WIB.
Helikopter membawa prajurit TNI AD yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.
Saat menjalankan misi pengambilan air untuk operasi pemadaman melalui metode water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh ke perairan.
Sesaat setelah kecelakaan, TNI AD mengerahkan personel untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi kru melalui jalur udara.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Sementara itu, lima kru lainnya selamat, yaitu Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.
(Ant/Lingkar.news)
