briefing internal kp2mi di tangerang selatan 750x536 1

TANGERANG SELATAN, Lingkar.news Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mulai menyiapkan Pendamping Desa Migran EMAS sebagai garda terdepan dalam memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak dari tingkat desa.

Persiapan tersebut dilakukan melalui briefing internal yang dipimpin Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, M. Fachri, di Hotel Trembesi, Tangerang Selatan, Minggu (21/6/2026), menjelang pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Pendamping Desa Migran EMAS.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman, narasi, dan langkah kerja seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemberdayaan agar memiliki strategi yang terintegrasi saat mendampingi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam pelaksanaan program.

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI M. Fachri menegaskan pendamping memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang memastikan pelindungan pekerja migran dimulai sebelum masyarakat berangkat ke luar negeri.

“Kita tidak boleh lagi bekerja dengan pola yang menunggu persoalan muncul di negara penempatan. Pelindungan harus hadir sejak awal, ketika masyarakat desa mulai mencari informasi dan mengambil keputusan untuk bermigrasi. Karena itu, desa harus menjadi benteng pertama pelindungan negara,” ujarnya.

Menurut Fachri, keberhasilan pelindungan PMI sangat bergantung pada kesiapan para pendamping dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Karena itu, sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh pendamping harus memiliki visi, pemahaman, dan arah gerak yang sama.

“Sebelum kita turun mendampingi daerah, seluruh jajaran harus memiliki arah gerak yang sama. Pendamping Desa Migran EMAS harus menjadi agen perubahan yang membawa satu pesan, bahwa pelindungan PMI dimulai dari desa dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain memberikan edukasi mengenai migrasi yang aman dan prosedural, para pendamping juga akan berperan dalam memperkuat literasi keuangan, mendorong pemanfaatan remitansi secara produktif, mendampingi keluarga PMI, hingga membantu proses reintegrasi sosial dan ekonomi bagi purna pekerja migran.

KP2MI juga mendorong para pendamping untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, keluarga PMI, serta berbagai pemangku kepentingan agar pelindungan pekerja migran dapat berjalan secara menyeluruh.

Dalam implementasinya, setiap desa didorong membentuk Satuan Tugas (Satgas) Desa Migran EMAS yang melibatkan perangkat desa, purna PMI, keluarga PMI, dan unsur masyarakat lainnya. Satgas tersebut akan menjadi mitra utama pendamping dalam menjalankan program, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan keberlanjutan pelindungan di tingkat lokal.

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan anggaran desa dan kelurahan untuk mendukung berbagai kegiatan pelindungan dan pemberdayaan PMI, mulai dari pendataan, sosialisasi, advokasi, penguatan ekonomi, hingga penguatan kelembagaan desa.

Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI telah menyusun pembagian peran yang terintegrasi di seluruh unit kerja sehingga penguatan literasi keuangan, pemanfaatan remitansi, pendampingan keluarga, rehabilitasi PMI bermasalah, serta pengembangan kewirausahaan dan akses permodalan menjadi satu ekosistem pemberdayaan yang saling terhubung.

Fachri menegaskan keberhasilan para pendamping nantinya tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan kita tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari semakin banyaknya warga yang berangkat secara aman, semakin kuatnya ketahanan keluarga PMI, serta semakin banyaknya purna PMI yang mampu membangun masa depan ekonomi di kampung halamannya. Di situlah negara benar-benar hadir,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan ToT ini, KP2MI berharap Pendamping Desa Migran EMAS mampu menjadi ujung tombak pelindungan pekerja migran Indonesia dengan menghadirkan edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan sejak dari desa sehingga masyarakat dapat bermigrasi secara aman, legal, dan lebih sejahtera.

Jurnalis: Hms
Editor: Basuki