Tiga bakal calon Bupati Pati 2024 dari DCP PDIP Pat

Pati, Lingkar.news – Dalam Pilkada Pati 2024, PDIP menjadi satu-satunya parpol terkuat yang mampu mengusung calonnya sendiri, meski tanpa koalisi. Dengan total perolehan 14 suara, PDIP menjadi partai pemenang yang bisa menjadi kompetitor kuat dalam perebutan kursi K1. Tak heran, sejumlah calon mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui partai bentukan Megawati Soekarno Putri ini.

Pemerhati Politik Kabupaten Pati, drs. H. Pramudya pun memetakan kekuatan masing-masing kandidat yang berpotensi mendapatkan rekomendasi dari Megawati selaku Ketua Umum DPP PDIP Pusat.

“Terkait pertarungan siapa yang akan mendapatkan rekom (PDIP), memang kita berandai-andai. Kalau PDIP yang sekarang kan yang sudah mendaftar bakal calon bupati, itu kan ada Pak Ali Badrudin, ada Pak Wahyu, dan ada Pak Safin. Melihat perhitungan kekuatan matematis politisnya, maka peluang kecenderungan terbesarnya ada di Ali Badrudin,” prediksinya.

Ia menjelaskan alasannya, yakni meskipun Ketua DPRD Pati Ali Badrudin mengatakan, dia tidak mencalonkan diri. Namun, Ali juga mengatakan bahwa kalau partai menugaskan, maka dia tidak bisa menolak.

“Nah pernyataan ini, dia (Ali Badrudin) ambigu. Nah, karena ambigu itu, saya berkeyakinan bahwa sebenarnya dari Ali pun berkehendak untuk maju. Hanya mungkin, kalimat politisnya mengaburkan pertarungan itu dengan pertimbangan yang kita tidak tahu. Tapi setidaknya dia mencoba memberikan harapan kepada calon lain yang mendaftarkan diri di PDIP. Itu peluang besarnya,” terangnya.

Peluang besar kedua, rekomendasi jatuh pada Wakil Bupati Pati periode 2017-2022, Saiful Arifin. Politikus PDIP ini mengawali karirnya di dunia bisnis dari nol hingga menjadi gurita bisnis yang punya nama besar di Pati. Salah satu lini bisnisnya adalah hotel termegah di Pati, yaitu Hotel Safin, yang merupakan singkatan dari namanya.

Safin dinilai Pramudya, berpeluang mendapatkan rekomendasi. Karena pertimbangan dia merupakan kader PDIP dan pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pati.

“Kalau peluang kedua, memang ini ada antara Safin dan Pak Wahyu. Kalau ini kemudian rekomendasinya jatuh ke Safin, pertimbangannya karena kemarin dia berperan sebagai kader juga menjabat sebagai wakil bupati Pati,” lanjutnya.

Sementara itu, Pramudya juga tak menafikkan kekuatan besar di balik nama kandidat PDIP lainnya, yaitu Kades Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Pati, Wahyu Indriyanto. Wahyu mendaftar sepaket dengan wakil yang hendak ia usung, yakni mantan Sekda Pati, Suharyono.

“Kalau peluangnya diberikan kepada Wahyu, maka pertimbangan DPP kemungkinan adalah karena ada gerakan yang dulunya merupakan tim suksesnya Pak Haryanto yang sekarang mendukung ke Pak Wahyu dan Pak Suharyono. Kemungkinan itu akan menjadi pertimbangan juga oleh DPP PDIP,” lanjutnya.

Ia meyakini adanya keterkaitan kuat antara rekom untuk Wahyu dengan pertimbangan dari Haryanto yang merupakan motor tim pemenangan Laskar Pelangi. Apalagi Haryanto juga merupakan Ketua Tim Pemenangan PDIP di Dapil Jateng III. Haryanto juga merupakan Bupati Pati untuk dua periode, yakni periode 2012-2017 dan 2017-2022.

“Sehingga setidaknya perhitungan yang disampaikan oleh Pak Haryanto, kalau memang dia mendukung Wahyu, maka kemungkinan kalau dia mendapat rekom itu adalah karena masukan terbesar dari Pak Haryanto,” terangnya.

Sekalipun demikian, pemerhati politik itu tetap optimis, kecenderungan terbesar rekom PDIP akan jatuh ke Ali Badrudin yang juga merupakan Ketua DPC PDIP Pati. Ali sendiri telah menduduki posisi Pimpinan DPRD Pati selama dua periode, dan kembali terpilih pada Pileg 2024.

“Saya masih berkeyakinan untuk calon bupati dari poros PDIP, kecenderungan persentase terbesar diberikan kepada Ali Badrudin sebagai kader. Ini yang hitungan kita,” tegasnya.

Untuk diketahui, DPC PDIP Pati telah mengundang seluruh bakal calon kepala daerah dan wakil kepada daerah untuk mengikuti fit and proper test di DPD PDIP Jateng, pada besok Minggu, 7 Juli 2024. (Nailin RA – Lingkar Network)