
JEMBER, Lingkar.news – Bupati Jember Muhammad Fawait kembali melaksanakan Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6/2026).
Program ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk mendekatkan pelayanan publik, menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, serta memperkuat perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan warga.
Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Selain memanfaatkan pelayanan yang tersedia, mereka juga menyampaikan berbagai aspirasi kepada pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Gus Fawait bersama jajaran pemerintah daerah. Program Bunga Desaku kembali digulirkan sebagai wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat agar setiap usulan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Sukorambi turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan usulan pembangunan secara langsung kepada pemerintah.
“Kami melanjutkan program Bunga Desaku. Semangatnya adalah melakukan pemerataan pelayanan publik. Selain itu, kami ingin memperbaiki proses perencanaan penganggaran dengan melibatkan sebanyak mungkin elemen masyarakat,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, forum Bunga Desaku melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari guru ngaji, ketua pengajian, pelaku UMKM, pedagang kaki lima, ketua RT dan RW, kader Posyandu, hingga masyarakat umum.
Seluruh aspirasi yang dihimpun nantinya akan diproses oleh Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bahan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Harapannya, selain pemerataan pelayanan, kita juga ingin menyerap semakin banyak aspirasi masyarakat yang nantinya diwujudkan dalam proses penganggaran APBD maupun APBD tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia menegaskan pentingnya menjaga transparansi proses penerimaan peserta didik baru dan memastikan tidak ada praktik titipan yang dapat mencederai rasa keadilan.
“Saya tegaskan, bupati saja tidak menitipkan satu pun. Kalau ada indikasi titipan, silakan laporkan kepada kami melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. Semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Jember berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat. Karena itu, setiap laporan dan masukan warga akan menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menanggapi jeda pelaksanaan Program Bunga Desaku selama sekitar dua bulan terakhir, Gus Fawait menegaskan bahwa penghentian sementara tersebut bukan disebabkan keterbatasan anggaran.
Ia memastikan kondisi keuangan daerah masih mencukupi, bahkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Penundaan hanya dilakukan karena kondisi cuaca yang kurang mendukung pelaksanaan kegiatan di ruang terbuka.
“Bukan karena anggaran. Anggaran Jember masih ada, bahkan kita mendapat dukungan yang besar dari pemerintah pusat. Kemarin hanya karena musim hujan, sehingga pelaksanaan kurang maksimal. Sekarang kita menunggu kondisi cuaca yang lebih baik agar masyarakat bisa hadir dengan nyaman,” pungkasnya.
Kembalinya Program Bunga Desaku di Kecamatan Sukorambi diharapkan makin memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi warga, program ini juga membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus mendukung pemerataan pelayanan publik hingga tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Jember.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki
