malik ibrahim

GRESIK, Lingkar.news – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-626 Syeikh Maulana Malik Ibrahim di Gresik tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi, melestarikan warisan dakwah, dan mengembangkan wisata religi.

Ketua Pengurus Yayasan Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Taufiq Harris, mengatakan peringatan Maulid Nabi dan haul dilaksanakan secara beriringan setiap tahun. Kegiatan tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mengambil ibrah dari Nabi Muhammad SAW dan perjuangan Syeikh Maulana Malik Ibrahim, mempererat silaturahmi, serta mendukung pengembangan dan pelestarian wisata religi.

“Ini merupakan warisan baik yang terus kami pertahankan. Kami mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-626 Syeikh Maulana Malik Ibrahim digelar di Aula Masjid Maulana Malik Ibrahim Gresik, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan masyarakat dan jamaah.

Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 22 hingga 25 Agustus 2026. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari Tahlil Wanita, Hadrah Ishari, Sema’an Khotmil Qur’an, hingga sholawat, marhaban, Yasin, tahlil, dan doa bersama.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah dan doa di makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim serta ramah tamah bersama jamaah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat serta generasi berikutnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

“Mudah-mudahan kita terus digabungkan dengan orang-orang saleh. Atas nama pemerintah, kami mohon maaf dan terima kasih. Mari kita sama-sama berdoa untuk kebaikan,” ujar Bupati.

Ia juga berharap nilai-nilai kebaikan dari peringatan tersebut dapat diteruskan kepada generasi mendatang.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadikan kita dan penerus kita menjadi manusia yang saleh,” lanjutnya.

Pengasuh Yayasan Maulana Malik Ibrahim, M. Fathoni Mukhlis, dalam kegiatan tersebut menyampaikan kajian mengenai hadis Nabi, ulama, dan pentingnya ilmu. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan ilmu dan dakwah.

Sementara itu, perwakilan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Abdul Hamid, menyampaikan komitmen untuk melanjutkan perjuangan Maulana Malik Ibrahim melalui pendidikan dan dakwah Islamiyah.

Mengenal Sosok Syeikh Maulana Malik Ibrahim

Ia menjelaskan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan pembinaan di ma’had, termasuk pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dan tuntunan salat. Kampus juga menyediakan beasiswa melalui jalur tahfiz bagi para penghafal Al-Qur’an.

Rangkaian acara juga diisi mauidhoh hasanah oleh Habib Ahmad bin Abu Bakar bin Ali Assegaf. Ia menyampaikan kisah tentang Nur Muhammad atau cahaya Muhammad serta perjalanan Syeikh Maulana Malik Ibrahim sebagai sosok yang mendapat petunjuk.

Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Miftah Faqih, mengajak jamaah menggali kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dan Syeikh Maulana Malik Ibrahim.

Ia mencontohkan keteladanan Maulana Malik Ibrahim dalam berbaur dengan masyarakat dan memahami kebutuhan mereka, baik dari sisi moral maupun keagamaan.

Menurutnya, dakwah Maulana Malik Ibrahim dilakukan dengan membangun relasi yang baik, memperkuat akhlak, kebersamaan, dan peradaban masyarakat.

“Semoga kita diakui sebagai umat yang pandai bersyukur, tawaduk, jujur, dan rendah hati,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan diawali Tahlil Wanita bersama Ustadzah Halimah Alaydrus dan Hadrah Ishari pada Sabtu (22/8/2026). Selanjutnya, pada Selasa (25/8/2026) dini hari, dilaksanakan Sema’an Khotmil Qur’an Al-Ittihad bersama H. Ahmad Faiz Tajul Milla dari Surabaya.

Pada puncak kegiatan, jamaah mengikuti sholawat, marhaban, Yasin, tahlil, dan doa bersama. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan ziarah dan doa di makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim.

Peringatan Haul ke-626 Syeikh Maulana Malik Ibrahim diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk merawat warisan dakwah sekaligus memperkuat potensi wisata religi di Gresik. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah bersama para jamaah dalam suasana guyup dan rukun.

Penulis: HMS

Editor: Redaksi