1789306027 gresik jadi model cek kesehatan gratis berbasis komunitas IXB3kv 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news – Sebanyak sekitar 650 warga Kabupaten Gresik mendapat akses pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berbasis komunitas yang digelar di lingkungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), baru-baru ini.

Layanan tersebut digelar di dua lokasi, yakni Kantor LDII Kabupaten Gresik dan Pondok Pesantren Baitul Makmur, Kecamatan Menganti. Sekitar 350 warga mengikuti pemeriksaan di Kantor LDII Gresik, sedangkan sekitar 300 warga menjalani pemeriksaan di Pondok Pesantren Baitul Makmur.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan CKG secara serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Gresik menjadi salah satu daerah yang dipilih sebagai model pelaksanaan CKG dengan pendekatan berbasis komunitas.

Pemeriksaan kesehatan menyasar warga di sekitar pondok pesantren dan masjid di bawah naungan LDII. Pendekatan tersebut menjadi upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui ruang dan kegiatan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan CKG merupakan bagian dari program nasional untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu didekatkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan dan komunitas.

Menurut Erwin, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi seseorang sejak dini. Warga yang dinyatakan sehat dapat memperoleh edukasi untuk mempertahankan kondisi kesehatannya, sedangkan warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan dapat segera memperoleh intervensi dan penanganan.

“Pilihan kita ada dua, ingin sakit dan berobat atau ingin menjaga kesehatan. Kalau ingin sakit tentu menjadi mahal, kalau ingin sehat menjadi murah. Kita semua ingin murah dan sehat,” ujar Erwin.

Ia juga mengajak masyarakat Gresik membiasakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, beristirahat cukup, berpikir positif, serta menghindari kebiasaan merokok.

Erwin menambahkan, pendekatan berbasis komunitas akan terus dikembangkan. Pemerintah akan menghadirkan layanan CKG di tengah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan yang melibatkan banyak warga.

Penerapan Berbasis Komunitas Berkolaborasi dengan Dinkes

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji Konawi, mengatakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut.

“Upaya kolaborasi kita untuk saling berbagi tugas. Agar tidak berhenti di seremonial, tetapi berkelanjutan. Target hari ini sekitar 40.000 warga secara serentak,” kata Amrodji.

Amrodji mengatakan keterlibatan LDII merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jaringan LDII di berbagai daerah, termasuk pondok pesantren dan masjid, dapat dimanfaatkan untuk membantu mendekatkan layanan kesehatan kepada warga.

Pelaksanaan CKG secara serentak tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 40.000 warga LDII di Jawa Timur. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jawa Timur dan LDII telah menyepakati pemanfaatan jaringan organisasi di kabupaten/kota untuk membantu memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan.

Di Kabupaten Gresik, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran LDII Kabupaten Gresik, termasuk Ketua LDII Gresik, serta unsur terkait lainnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi layanan kesehatan di tingkat daerah.

Melalui CKG berbasis komunitas, layanan pemeriksaan kesehatan diharapkan semakin mudah diakses masyarakat. Selain mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini, pendekatan tersebut juga mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan upaya pencegahan.

Penulis: HMS

Editor: Redaksi