gubernur jatim khofifah indar parawansa cek bantuan logistik untuk korban gempa ntt 750x536 1

SURABAYA, Lingkar.news Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan tim SAR, tenaga kesehatan, dan bantuan logistik senilai Rp985,8 juta.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan tahap awal yang dikirim mencapai 8,4 ton, sementara total bantuan dari Jawa Timur yang disiapkan untuk NTT diperkirakan mencapai 100 ton.

“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Khofifah di Surabaya, Senin (17/8/2026).

Khofifah mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam membantu penanganan dampak gempa bumi di NTT.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance pada Minggu (16/8).

Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang bergabung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta unsur potensi pencarian dan pertolongan.

Satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) turut ditugaskan untuk mendukung pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.

Pemprov Jatim juga mengirim tim kesehatan dari RSUD Dr Soetomo Surabaya yang terdiri atas empat tenaga medis, termasuk dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat.

Tim tersebut membawa obat-obatan serta peralatan medis untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana.

Sementara itu, bantuan logistik tahap awal mencapai 8,4 ton dengan nilai Rp985.816.345. Bantuan tersebut terdiri atas perlengkapan anak, velbed, makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, serta berbagai jenis biskuit.

“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” kata Khofifah.

Bantuan tahap awal diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (17/8) menggunakan KM Dharma Rucitra 8 menuju Pelabuhan Soekarno, Ende.

Setibanya di Ende, bantuan akan diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk selanjutnya disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Khofifah mengatakan pengiriman bantuan tidak berhenti pada tahap awal. Jawa Timur menyiapkan total bantuan yang diperkirakan mencapai 100 ton.

“Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkatkan tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo,” katanya.

Khofifah menegaskan dukungan Jawa Timur akan terus disesuaikan dengan hasil asesmen serta kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

“Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” katanya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki