
SURABAYA, Lingkar.news – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) atas komitmennya memajukan dunia pendidikan melalui visi Jatim Cerdas untuk Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BMPS Jawa Timur Abdullah Sani dalam rangkaian pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BMPS kabupaten/kota se-Jawa Timur masa bakti 2025–2030, di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026).
Jatim Cerdas Jadi Pilar Pembangunan SDM
Khofifah menegaskan, Jatim Cerdas merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.
Program tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan akses dan partisipasi pendidikan, tetapi juga diarahkan pada upaya sistematis menggali, menumbuhkan, dan mengoptimalkan potensi peserta didik sesuai bakat dan keunggulan masing-masing.
“Jatim Cerdas kita bangun dengan memastikan tidak ada satu pun anak kehilangan potensi masa depannya. Setiap anak memiliki kekuatan dan keunggulan yang harus kita temukan dan kembangkan bersama,” ujar Khofifah.
Jatim Disiapkan Jadi Lumbung Talent DNA
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga menyiapkan langkah strategis untuk menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung Talent DNA nasional yang dipandu oleh Ary Ginanjar melalui ESQ Corp.
Pendekatan Talent DNA memungkinkan identifikasi bakat unggul secara dini dan presisi, mencakup berbagai bidang seperti pertanian, kehutanan, peternakan, teknologi, desain, sosial, hingga budaya.
“Banyak anak-anak kita sesungguhnya memiliki potensi besar, tetapi belum tereksplor. Dengan pemetaan Talent DNA, kita ingin memastikan setiap anak memiliki harapan, arah, dan peluang untuk menguasai masa depannya,” kata Khofifah.
Dengan ikhtiar tersebut, Khofifah optimistis Jawa Timur akan menjadi pionir pengembangan Talent DNA di tingkat nasional.
Penguatan Talenta Digital dan AI di Jawa Timur
Selain itu, Pemprov Jatim juga menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan talenta digital.
Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 2.600 tenaga pendidik di Jawa Timur telah mengikuti pelatihan pengembangan talenta digital, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).
Dengan jumlah penduduk besar, keberagaman satuan pendidikan, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif, Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas kuat menjadi episentrum talenta digital unggul nasional.
“Jawa Timur insyaallah siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena Jatim adalah provinsi pertama yang menjadi mitra Komdigi,” tegas Khofifah.
Pendidikan Jadi Persemaian Nilai Toleransi
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai persemaian nilai toleransi, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Ia mengapresiasi peran organisasi pendidikan lintas agama dan budaya yang selama ini berkontribusi menjaga harmoni sosial di Jawa Timur.
“Keberagaman adalah keniscayaan sekaligus rahmat. Harmoni harus dibangun sejak usia dini, dari PAUD hingga perguruan tinggi, melalui pembiasaan saling menghormati dan menghargai. Inilah kekuatan Indonesia,” ujarnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
