
Mataram (LINGKAR.NEWS) – Gelombang pertama kepulangan jemaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Tanah Suci Arab Saudi ke Tanah Air dijadwalkan tiba pada 1 Juni 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan sesuai jadwal yang ditetapkan, jemaah haji NTB tiba pada hari Senin (1/6/2026) pukul 20.15 Wita di Bandara Lombok.
“Tim sudah menyiapkan alur kedatangan bagi jamaah haji NTB,” ujarnya di Mataram, Jumat.
Pihaknya menyiapkan 81 personel yang akan ditempatkan pada titik-titik krusial di Bandara Lombok untuk menangani alur penjemputan keluarga, penempatan jemaah, dan proses serah terima antarpemerintah daerah.
“Pembagian peran dan titik tugas telah disepakati oleh seluruh PPIH untuk mengurangi tumpang tindih tugas. Penempatan final personel memastikan penanganan lancar saat kedatangan dan serah terima kepada pihak kabupaten,” terang Lalu Amin.
Alur penjemputan, penempatan, dan penyerahan jemaah haji dibagi menjadi tiga fase utama, yakni penjemputan oleh keluarga, penempatan jemaah, dan penyerahan dari pemerintah provinsi kepada pemerintah daerah kabupaten/kota lalu ke keluarga.
“Setiap fase dirancang agar berjalan rapi, tertib, dan tanpa hambatan dengan koordinasi antarpihak yang telah disepakati. Perhatian khusus juga diberikan pada titik-titik krusial untuk mencegah kemacetan atau kebingungan saat proses transfer jamaah,” katanya.
Kondisi jemaah haji NTB dari kloter 1 hingga kloter 15 saat ini dilaporkan dalam keadaan sehat, meski sebagian jemaah mengalami penurunan kondisi fisik akibat kelelahan dan sedang dalam observasi tim kesehatan.
“Saat melempar jumroh beberapa jamaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jamaah drop,” ujarnya.
PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan setempat untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil.
“Beberapa jamaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-cases yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan,” ucapnya.
Tercatat hingga saat ini terdapat lima orang jemaah haji asal Embarkasi Lombok meninggal dunia di Arab Saudi yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah. (LINGKAR NETWORK)