
JAKARTA, Lingkar.news – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong film-film bertema antikorupsi menjangkau penonton lebih luas melalui jaringan bioskop komersial di Indonesia.
Upaya ini dilakukan agar pesan integritas tidak hanya beredar di ruang pemutaran khusus maupun platform digital.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan hal tersebut saat membuka Festival Film Antikorupsi (ACFFEST) 2026 di Auditorium Randi Yusuf, Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK C1, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).
Menurut Setyo, film merupakan medium efektif untuk menyampaikan nilai-nilai antikorupsi karena pesan yang disampaikan melalui cerita visual lebih mudah diingat masyarakat.
Ia mengapresiasi para sineas, komunitas film, dan konten kreator yang telah menghasilkan karya untuk mendukung kampanye integritas.
Setyo mencontohkan film pendek berjudul One Second yang kerap diputar dalam kegiatan sosialisasi antikorupsi di kementerian, lembaga, hingga perusahaan.
Film berdurasi delapan menit tersebut dinilai mampu memberikan kesan mendalam kepada penonton melalui pesan yang disampaikan.
“Terakhir kemarin saya tontonkan film itu di PT Citilink, salah satu maskapai penerbangan. Saya sering dapat celetukan lah, ‘Wih, ini film lebih seram daripada siksa kubur,’ katanya begitu. Filmnya hanya 8 menit, tapi isinya atau materinya itu sangat-sangat luar biasa dan tepat,” ungkap Setyo.
Karena itu, ia meminta agar film-film antikorupsi memiliki kesempatan ditayangkan di bioskop komersial, termasuk jaringan Studio XXI dan bioskop lainnya.
“Harapan saya film ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Saya minta jurus-jurus terutama dari Pak Naswardi, gimana caranya film itu bisa masuk di Studio XXI dan studio-studio lainnya. Sehingga pada saat orang menyaksikan film-film yang sedang in saat ini, nonton dulu film-film ini,” tegasnya.
Setyo juga membuka peluang kolaborasi dengan pengelola bioskop dan pihak ketiga melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Selain memperluas jangkauan film, Setyo menekankan pentingnya menjaga relevansi sembilan nilai antikorupsi yang dikenal melalui akronim “Jumat Bersepeda KK”. Sembilan nilai tersebut meliputi jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, adil, disiplin, dan kerja keras.
Menurutnya, akronim tersebut dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan esensi nilai integritas yang terkandung di dalamnya.
ACFFEST 2026 merupakan penyelenggaraan festival film antikorupsi yang memasuki tahun ke-12. Festival yang berlangsung pada 3–5 November 2026 ini mengangkat tema “The Archipelago Speaks” dengan tagline “Dari Lensa, Integritas Terjaga!”.
Tahun ini, ACFFEST menghadirkan 48 film yang terbagi dalam tiga kelompok, yakni satu film internasional, lima film mitra kolaborasi dari kementerian dan lembaga pemerintah pusat, serta 42 film pilihan ACFFEST.
Sebanyak 42 film pilihan tersebut mencakup karya finalis Kompetisi Film Pendek Vertikal Kementerian/Lembaga, Kompetisi ACFFEST Regional Barat Indonesia, dan Kompetisi Ide Cerita Film Pendek.
Pembukaan festival turut dihadiri Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Naswardi, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza, serta perwakilan kementerian, lembaga, BUMN, dan komunitas film.
Setyo menyampaikan apresiasi kepada Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat serta Direktorat Sosialisasi dan Kampanye KPK yang menginisiasi kegiatan tersebut, bersama seluruh pihak yang mendukung kampanye antikorupsi melalui seni dan budaya.
(Yoga/Lingkar.news)
