wapres gibran rakabuming memimpin rapat koordinasi penanganan banjir tuban

TUBAN, Lingkar.news Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terutama terkait pemulihan fasilitas umum dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Arahan tersebut disampaikan saat Gibran memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Tuban, Jumat (6/3/2026).

“Fasilitas umum terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah harus bisa segera difungsionalkan kembali,” kata Gibran dalam keterangan melalui Sekretariat Wakil Presiden.

Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum

Dalam arahannya, Gibran menegaskan percepatan penanganan dampak banjir harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Meski tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, kerugian materiil yang dialami masyarakat tetap memerlukan perhatian serius.

Pemerintah diminta memastikan fasilitas umum yang terdampak, termasuk sekolah dan tempat ibadah, dapat segera kembali digunakan oleh masyarakat.

Perbaikan Jalan Ngino–Sambongrejo Jadi Prioritas

Selain fasilitas umum, Gibran juga menyoroti kerusakan pada jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang terdampak banjir. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan agar aktivitas warga dan distribusi logistik tidak terganggu.

“Jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki, termasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik,” ujarnya.

Wapres juga meminta pemerintah daerah mempercepat proses pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir agar bantuan dapat segera disalurkan.

“Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya,” kata Gibran.

Antisipasi Penyakit Pascabanjir

Dalam rapat tersebut, Gibran turut mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi munculnya penyakit pascabanjir.

Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Antisipasi kemungkinan penyebaran penyakit pasca-banjir seperti diare, disentri, hepatitis, dan DBD,” ujarnya.

Waspada Cuaca Ekstrem hingga Akhir Maret

Mengacu pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Gibran menyebut potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga akhir Maret.

Karena itu, pemerintah daerah diminta tetap siaga dalam menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

“Berdasarkan BMKG, kita masih akan dilanda cuaca ekstrem sampai bulan Maret. Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada,” katanya.

Penanganan Jangka Panjang untuk Cegah Banjir

Selain penanganan darurat, Wapres juga menekankan perlunya langkah jangka panjang guna mencegah banjir kembali terjadi di wilayah Tuban.

Upaya tersebut antara lain melalui perbaikan tata kelola drainase dan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan.

“Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” kata Gibran.

Banjir Rendam 6 Kecamatan di Tuban

Sebelumnya, banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban pada Senin (2/3/2026) akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Banjir merendam sedikitnya enam kecamatan, di antaranya Semanding, Plumpang, Merakurak, dan Tuban Kota, dengan ketinggian air mencapai lebih dari setengah meter.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki