menteri pu dody hanggodo meninjau jembatan penghubung yang putus di desa pakusari jember

JEMBER, Lingkar.news Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pemerintah akan membangun kembali jembatan penghubung antardesa yang putus akibat banjir di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kepastian tersebut disampaikan usai meninjau langsung lokasi jembatan yang ambruk diterjang banjir, Minggu (22/2/2026).

“Staf Kementerian PU sudah mengecek dan mendesain kebutuhan jembatan dengan berkoordinasi bersama Kepala Desa Pakusari,” ujar Dody.

Jembatan Dibangun Lebih Tinggi

Dody menegaskan jembatan baru akan dibangun lebih tinggi dari konstruksi sebelumnya untuk mengantisipasi banjir susulan.

Namun, ia juga meminta agar akses jalan menuju jembatan diperbaiki dan dibuat lebih landai.

“Saya minta jalannya dibikin landai lagi karena terlalu curam. Kasihan anak-anak kecil yang melewati jalan itu menuju jembatan,” katanya.

Pembangunan jembatan tersebut akan menggunakan dana APBN dan ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan agar aktivitas warga kembali normal.

Sinergi Pusat dan Daerah Tangani Infrastruktur

Menurut Dody, pemerintah pusat akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur terdampak bencana di Jember.

Berdasarkan proposal yang diajukan Bupati Jember, terdapat 16 infrastruktur rusak akibat bencana. Penanganannya dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat melalui APBN, serta APBD Pemprov Jatim dan Pemkab Jember.

“Ada 16 jembatan dan 50 bendung yang akan ditangani secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Itu menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait mengajukan sejumlah proposal pembangunan infrastruktur ke Kementerian PU, termasuk pelebaran jalan Tanggul–Jember, pembangunan flyover, perbaikan infrastruktur terdampak bencana, hingga revitalisasi Pasar Tanjung.

Akses Vital Dua Desa Terdampak

Kepala Desa Pakusari, Misjo, menjelaskan jembatan yang putus tersebut merupakan akses penting bagi warga Desa Subo dan Desa Jatian.

Jembatan itu digunakan untuk aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

“Jembatan tersebut akses masyarakat yang cukup penting, sehingga perlu dibangun jembatan permanen,” katanya.

Sejak jembatan putus akibat banjir pada akhir Desember 2025, perangkat desa bersama warga membangun jembatan darurat dari bambu agar mobilitas tetap berjalan di dua desa tersebut.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki