
KAB. MADIUN, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, meluncurkan operasional mobil rontgen keliling untuk mempercepat deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC).
Layanan tersebut diharapkan mampu mencegah penularan serta mendukung percepatan target eliminasi TBC di Kabupaten Madiun sebelum tahun 2030.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan mobil rontgen keliling tersebut dioperasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melalui program Si Ratu (Siaga Rontgen Untuk Penemuan Tuberkulosis).
“Meskipun target dari pemerintah pusat adalah eliminasi TBC pada 2030, dengan adanya kendaraan rontgen keliling ini kami berharap Kabupaten Madiun dapat mencapainya lebih cepat, yakni pada 2028,” ujar Hari Wuryanto saat peluncuran di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, mobil rontgen keliling akan menjangkau desa-desa yang lokasinya jauh dari fasilitas rumah sakit sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh layanan pemeriksaan paru-paru.
“Dengan mobil rontgen ini masyarakat tidak perlu datang jauh ke rumah sakit. Mereka cukup memanfaatkan layanan saat mobil hadir di desa atau lokasi kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Madiun,” katanya.
Hari menjelaskan, Kabupaten Madiun memiliki 15 kecamatan dengan karakter wilayah yang beragam, mulai kawasan perkotaan, daerah tepian hutan, hingga lereng Gunung Wilis. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan kesehatan.
Karena itu, keberadaan mobil rontgen keliling diharapkan dapat mempercepat proses skrining, penemuan kasus baru, serta pelacakan kontak erat pasien TBC di masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, target penemuan kasus baru TBC di Kabupaten Madiun pada 2026 mencapai 1.892 kasus hingga akhir Desember.
Namun hingga Mei 2026, jumlah kasus yang berhasil ditemukan baru sekitar 360 kasus. Pemerintah daerah terus meningkatkan upaya deteksi dini agar target penemuan kasus dan eliminasi TBC dapat tercapai sesuai rencana.
Hari menambahkan, Pemkab Madiun juga memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) melalui tim percepatan penanganan TBC. Langkah tersebut dilakukan agar pengobatan bisa segera dilakukan dan target dari pemerintah pusat dapat tercapai.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki