
KOTA MALANG, LINGKAR.NEWS – Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya (PSPK UB) resmi menginisiasi kerja sama strategis dengan River Engineering and Urban Drainage Research Centre (REDAC), Universiti Sains Malaysia (USM). Pertemuan yang berlangsung di Pulau Pinang, Malaysia, pada Kamis (14/5/2026) tersebut menjadi langkah konkret kedua institusi dalam mengembangkan riset di bidang ekohidrologi, keamanan air, serta infrastruktur pesisir berkelanjutan.
Kolaborasi ini difokuskan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-6 mengenai air bersih dan sanitasi. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Universitas Brawijaya memaparkan rencana pembentukan *UNESCO Chair on Sustainable Ecohydrological Approach for Coastal Area Management* (SEACoM) sebagai upaya mengintegrasikan pendekatan ekohidrologi dalam pengelolaan kawasan pesisir.
“Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi kedua institusi untuk saling bertukar kepakaran, terutama dalam pengembangan solusi berbasis alam dan penguatan ketahanan kawasan pesisir,” ujar perwakilan delegasi UB dalam diskusi tersebut.
Pihak REDAC USM, yang memiliki reputasi internasional dalam rekayasa sungai dan drainase perkotaan, menyambut baik inisiatif tersebut. Kedua belah pihak sepakat untuk menjajaki berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian bersama, publikasi di jurnal internasional bereputasi, hingga pertukaran peneliti dan tenaga ahli. Selain itu, direncanakan pula penyelenggaraan konferensi internasional serta pelatihan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di kedua universitas.
Sebagai tindak lanjut, PSPK UB dan REDAC akan segera memetakan tema penelitian prioritas dan menyusun rencana aksi bersama. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan akademik di Indonesia dan Malaysia, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengelolaan sumber daya air di kawasan Asia-Pasifik.
Penulis : Wahyu Isroni / Research Fellow – Lokasi : (Kecamatan Klojen, Kota Malang)