
Jakarta, Lingkar.news – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memamerkan pasukan yang memiliki keahlian khusus di bidang pengendalian Drone Kamikaze saat defile ASN Komponen Cadangan (Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, barisan pasukan pengendali drone tersebut tampil pada urutan paling akhir, setelah pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa pasukan tersebut bukan berasal dari satuan khusus yang baru dibentuk.
“Yang ditampilkan dalam defile tersebut bukan satuan baru, melainkan personel organik TNI dari matra darat, laut, dan udara yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan sistem drone, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Rico.
Rico menjelaskan bahwa para personel tersebut memiliki kemampuan untuk mengoperasikan hingga mengembangkan Drone Kamikaze guna kepentingan misi pertahanan negara.
“Tidak hanya mengoperasikan dan mengembangkan drone itu, para pasukan tersebut juga bertugas sebagai instruktur untuk melatih personel lain di bidang pengoperasian Drone Kamikaze,” ujarnya.
Rico mengatakan para personel Drone Kamikaze itu saat ini telah tersebar di seluruh matra dan satuan TNI, sehingga diharapkan seluruh satuan memiliki kekuatan yang sama di bidang pengendalian drone.
“Kemampuan drone menjadi salah satu fokus pengembangan TNI seiring perkembangan karakter peperangan modern yang semakin mengandalkan teknologi tanpa awak,” jelas Rico.
Meskipun pasukan pengendali drone ini tampil bersamaan dengan Komcad, Rico menegaskan bahwa pasukan tersebut tidak berada di bawah struktur operasional Kementerian Pertahanan.
“Tidak terdapat satu satuan Drone Kamikaze khusus di bawah Kemhan,” tegas dia.
“Pengembangan kemampuan drone tempur ke depan masih terus dikaji dan disiapkan oleh TNI sesuai kebutuhan pertahanan negara,” tutur Rico.
Drone Kamikaze merupakan pesawat nirawak berbahan peledak yang dirancang untuk sekali pakai. Pada praktiknya, drone ini dikendalikan oleh awak dari jarak tertentu untuk berpatroli, mencari target, lalu menabrakkan diri ke target untuk menciptakan ledakan. (rara-lingkar.news)